Tips membuat pelaporan yang baik

1. Persiapkan semua kebutuhan sebelum lapor:

a. Identifikasi jenis perbuatan pidana yang akan dilaporkan
b. Identifikasi pasal KUHP atau UU yang dilanggar atau sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan
c. Buat kronologi singkat yang memuat informasi apa, siapa, kapan dan bagaimana tindak pidana terjadi.
d. Siapkan daftar nama saksi yang akan diajukan untuk memberikan keterangan.

2. Saat membuat pelaporan biasanya tidak langsung dibuatkan, tetapi polisi ingin mendengar terlebih dahulu gambaran kasus yang akan dilaporkan. Di situlah pentingnya menyiapkan uraian singkat peristiwa pidana.

3. Buat pelaporan di kantor polisi terdekat seperti Polsek (tingkat kecamatan) atau Polres (tingkat kabupaten/kota). Dalam kasus-kasus yang cukup pelik bisa dilaporkan ke Polda.

4. Pastikan kamu mendapatkan bukti pelaporan atau surat tanda terima laporan polisi.

5. Laporan yang sudah formal tercatat akan memperoleh nomor laporan polisi dan ditandatangani oleh pelapor dan polisi yang bertugas menerima pelaporan.

Tips memantau perkembangan proses penyidikan
1. Kenali dulu hak kamu dan kewajiban polisi untuk memberitahukan hasil perkembangan penyidikan atau dikenal dengan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan).
2. Upayakan untuk secara lisan terlebih dahulu menanyakan proses perkembangan penyidikan.
3. Jika respon penyidik tidak jelas, Gunakan formulir Surat Permohonan Perkembangan Hasil Penyidikan.
4. Jika tidak juga direspon, buat surat protes tembusan ke Ombudsman RI.