Tanah Warga Desa Lengkong Kulon Diselewengkan Oleh Kepala Desanya untuk ditukar- gulingkan ke Pihak Pengembang BSD

Kakek JS (nama inisial) yang berusia 81 Tahun, seorang warga asli Desa Lengkong Kulon yang
juga mantan petani dalam program Landreform di desanya pada tahun 1961. Pada tahun 2015,
tanah miliknya yang dulu digarapannya sebagai sumber kehidupan, diakui sebagai aset/barang
milik daerah Desa Lengkong Kulon tanpa adanya proses peralihan hak untuk kepentingan
rencana Tukar Guling(Ruislagh) antara Kepala Desa Lengkong Kulon dengan PT. Bumi
Serpong Damai, Tbk. (PT. BSD) guna merealisasikan Master Plan pembangunan PT. BSD.
Tidak menerima hal tersebut, kakek JS sebagai pemilik tanah seluas 9.200M 2 yang dulu
digarapnya dengan alas hak Surat Keputusan Kepala Inpeksi Agraria (KINAG) Djawa Barat,
telah menempuh jalur hukum untuk menindak Kepala Desa Lengkong Kulon atas perbuatannya
yang mengakui tanah kakes JS sebagai aset/barang milik daerah. Disamping itu Kepala Desa
Lengkong Kulon tersebut hingga saat ini telah masuk kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO)
dan telah menjadi tersangka atas perkara tanah yang terletak di desanya akibat perbuatannya
yang telah menjual tanah warganya tanpa izin kepada pihak pengembang di Tangerang.

2018-04-09T16:47:52+00:00
%d bloggers like this: