Tahun 2016, Ibu E mengikuti seleksi Jabatan Tinggi Pratama bagian Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda di Kementerian Olahraga. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 75 Tahun 2017, diberhentikan dengan tanpa alasan yang jelas. Kemudian Ibu E mengajukan Gugatan PTUN di Pengadilan TUN Jakarta. Hasil putusan TUN Nomor 19/G/2018 PTUN Jakarta Jo. 202/B/2018 PT TUN Jakarta memutuskan, bahwa SK pemberhentian jabatan tersebut harus dibatalkan atau dicabut dengan alasan penetapannya melanggaran peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik, dinyatakan inkrcaht pada tanggal 8 Januari 2019.

Saat ini Ibu E berusaha untuk melakukan permohonan eksekusi putusan TUN tersebut di atas. Akan tetapi, pada faktanya jabatan Ibu E telah diisikan oleh orang lain yakni Bapak J. Ibu E ditawari posisi jabatan yang lain yang tidak sesuai dengan posisinya semula. Oleh karenanya, saat ini Ibu E dibantu dengan Lokataru sedang berusaha untuk upaya permohonan eksekusi dan sudah sampai pada sidang kedua dengan agenda menunggu jawaban dari Kemenpora.