SM, pada tahun 2013 melakukan Jual beli dengan H.H, yaitu sebidang tanah seluas 943m2 di Jakarta Timur, yang menjadi tempat tinggal SM. Kesepakatan jual beli tanah tersebut tidak dilakukan tertulis, melainkan hanya dilakukan dari mulut ke mulut. Setelah dalam kurun waktu tertentu, H.H melalui Polisi memaksa SM menandatangai perjanjian Jual Beli dengan harga dibawah pasaran. H.H melakukan wanprestasi karena tidak membayar sesuai yang telah disepakati dan dalam melakukan pembayaran itupun tidak tepat waktu. Anehnya, SM dipidana dengan tuduhan menduduki lahan yang dianggap bukan miliknya. Lalu  H.H mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap SM, Karena beranggapan sudah melunasi tanah tersebut dan seharusnya SM meninggalkan rumah tersebut. Namun karena belum dilunasi sepenuhnya oleh H.H, tentu saja SM enggan untuk meninggalkan tempat yang menjadi objek jual-beli tanah tersebut. Sehingga SM dibantu Lokataru mengajukan gugatan terkait wanprestasi yang dilakukan H.H ke Pengadilan Jakarta Timur.