Di tahun 2018, A, seorang pengusaha berupa jual-beli logam mulia di Makasar dan Timika, dituduh melakukan penambangan emas ilegal (illegal mining) di kawasan PT. Freeport di Timika Papua sebagaimana yang diatur dalam Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Setelah melalui proses penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan saksi dan bukti di Pengadilan Negeri Maros, akhirnya pada tanggal 24 April 2019 A dinyatakan tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dalam dakwaan tunggal penuntut umum, dibebaskan dari dakwaan penuntut umum, dipulihkan hak dalam kemampuan dan harkat serta martabatnya, mengembalikan semua barang bukti 10 batang emas  dan lain-lain.