Banyak Kejanggalan dalam Kasus Mamik!

Banyak kejanggalan dalam kasus tuduhan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dialamatkan pada Mamik Moch Fuadi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya. Kejanggalan-kejanggalan ini ditemukan pihak kantor hukum Lokataru yang mendampingi Mamik. Kejanggalannya mulai dari proses penyelidikan, penyidikan hingga sejak penetapan tersangka sejak lima bulan lalu oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Mamik ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan statusnya sebagai Tim Teknis Pelaksana Kontrak dan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dalam proyek (paket) pembangunan jembatan, ruas jalan Ciawi-Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

“Sepanjang penanganan oleh penyidik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, kami temukan banyak pelanggaran, ya baik dalam ketentuan hukum acara, hingga oknum aparat penegak hukum yang koruptif. Khusus untuk kasusnya sendiri, nampaknya terdapat perbedaan cara pandang dan metode yang sepatutnya diuji secara administrasi terlebih dulu dan bukan menggunakan instrumen hukum pidana,” ungkap Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.

Kini Mamik melanjani proses persidagan di pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan telah memasuki agenda pemeriksaan saksi.(*)