Tahun 2017, 15 jemaah haji dari agen perjalan umroh Al-Buruj gagal diberangkatkan dengan maskapai penerbangan Sri Lanka Airlines. Pihak maskapai berdalih, jemaah gagal diberangkatkan karena telah lewatnya batas akhir masuk ke wilayah Arab Saudi. Sebelumnya pada tanggal 26 Agustus 2017, para Jemaah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Colombo, Sri lanka untuk transit selama kurang lebih 20jam dan direcanakan pada keesokan harinya akan diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi. Namun nyatanya pada tanggal 27 Agustus 2017 para Jemaah tidak kunjung diberangkatkan oleh pihak maskapai tanpa alasan yang jelas. Selama berada di bandara Colombo, Sri lanka para Jemaah diperlakukan secara tidak pantas, mulai dari tidak diberikan ruang tunggu yang layak hingga tidak disediakan makanan sebagai bentuk pertanggungjawaban maskapai. Keesokan harinya, pada tanggal 28 Agustus 2017 bukannya diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, para Jemaah justru diterbangkan kembali ke Indonesia dengan alasan bahwa pihak maskapai akan memberangkatkan Jemaah dari Indonesia langsung menuju Arab Saudai.

Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta para Jemaah tidak kunjung mendapatkan kepastian mengenai kapan akan diberangkatkan, serta tidak mendapatkan hak-haknya sebagai penumpang sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Hingga saat ini pihak maskapai Srilanka Airlines tidak menunjukkan iktikad baik untuk bertanggung jawab atas peristiwa tidak diberangkatkannya 15 orang Jemaah Haji yang terjadi di musim haji 2017.