Tahun 2011 Ibu C menanamkan investasinya berupa saham senilai 2,9 (dua koma sembilan) milyar rupiah di PT. X yang saat itu Direktur Utamanya adalah Z. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu Ibu C tidak menerima hasil dari investasi yang ditanamkannya hingga ia mendengar salah satu investor lainnya telah diberikan hasil investasi dan pengembalian saham. Ibu C kemudian meminta pengembalian hasil dan uang yang diinvestasikannya ke PT.X dan mendapati bahwa Direktur Utama PT.X telah berubah menjadi Y. Y, berdasarkan informasi dari investor lain dan Perjanjian Kesepakatan Penjualan Saham PT X antara Z dan dan Y, telah menerima kuasa untuk menyelesaikan seluruh hutangnya kepada para investor.

Namun belakangan, Ibu C mendapatkan informasi bahwa aset PT. X telah dijual oleh Y kepada anak kandungnya sendiri yang mana hal ini berakibat PT. X tidak dapat membayarkan hutangnya kepada Ibu C. Saat ini, Ibu C dibantu oleh Lokataru sedang melaporkan tindak pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Y yang mengakibatkan kerugian kepada Ibu C sebesar 2,9 milyar rupiah.